Setiap manusia lahir dengan membawa kemampuan dasar dan bakat tertentu dalam dirinya. Lahir dengan keunikan dan keistimewaan tertentu yang menjadi pembeda antaranya dengan sesamanya. Bayangkan saja sebelum lahir ia telah melewati fase-fase tertentu untuk perwujudan eksistensinya, betapa hebatnya.
Kita, Karunia Allah yang terlupa
Diposting oleh Sang Petualang di Minggu, November 13, 2011 Label: KontemplasiSekian lama catatan sang petualang ini tergeletak tak tersentuh. Kemana sang petualang itu? apakah mereka sudah berhenti berjalan menelusur lekuk bumi Allah?
Kepada seorang sahabat yang aku mencintaimu karena-Nya, sudah lama kita tidak bercerita di catatan kita. Sekarang lebih hobi bertukar pikiran lewat pesan2 singkat. Ingin kubagi lagi sepenggal cerita yang akhir2 ingin membungkam kesadaranku di sini, di catatan ini.
Aku merindukan sentuhan jemari-jemari kita di atas keyboard. Agar tertulis semua yang tersimpan di hati.
Salam
Kepada seorang sahabat yang aku mencintaimu karena-Nya, sudah lama kita tidak bercerita di catatan kita. Sekarang lebih hobi bertukar pikiran lewat pesan2 singkat. Ingin kubagi lagi sepenggal cerita yang akhir2 ingin membungkam kesadaranku di sini, di catatan ini.
Aku merindukan sentuhan jemari-jemari kita di atas keyboard. Agar tertulis semua yang tersimpan di hati.
Salam
Ana Abdullah! Ucapan apalagi yang lebih menggetarkan dari itu semua. Saat semua berlomba membesarkan dan memamerkan diri dengan apa yang dimilki. Ana Abdullah! Ketika diri berada di tengah kerumunan orang-orang besar yang memilki nama, tentang talenta dan kelebihan yang dimiliki orang-orang tersebut, tentang apa yang tak kita punya dari itu semua, maka tak lain jawabnya Ana Abdullah.
aq rndu. menggelar tikar kebrsmaan d rerumputn taman. d samping tnaman bonsai d tepi lapangn. bercengkrama,bercerita, kadang tanpa kata. It kali ptma aq mrasa pnya sesuatu. Saudara namanya. Lepas dr ptemuan d tman it, krap aq rndu ptmuan yg sma. Duduk bsila di ats permadani alam, dg menu bebrapa ksah n pngalman hdup, saling menkmati kelezatan berbagi kala itu
Assalamualaikum.......
aku mencintaimu karena Allah..utuh..tak akan luruh. sekerlip mata memandang ke taman-taman penghayatan. seumpama ketegaran karang dikagumi semesa.
Aku mencintaimu karena Allah. Buah yang lahir dari bunga-bunga kedamaian. Bunga yang muncul dari putik kepercayaan.
Aku mencintaimu..Seperti ombak mencintai daratan...seperti burung mencintai udara lepas. Akankah seperti Sang Nabi? pada para shahabat beliau terlampau cinta. Menggerakkan imani pada jiwa-jiwa. Menggerakkan ruh-ruh pada jasad yang kuat.
Jikalah terlalu berlebihan, semoga DIA menyederhanakan sebuah pinta.
Wassalamu'alaikum
Langganan:
Postingan (Atom)
