Seumpama kita terpinggir dalam zona yang alit. Terkubur dalam kekerasan masa silam. Nelangsa di selingkung ke-megalomania-an
Seumpama kita terlempar ke masa yang belum kita kuasai. Berderai-derai derita yang kita tak pahami arti.
Murung mengurung jejak-jejak tapak. Menyesali zaman tak lagi ajeg.
Murung mengurung jejak-jejak tapak. Menyesali zaman tak lagi ajeg.
Sesulit itu kita mengaca hidup, kawan. Bak terlantun dalam benak. Kenestapaan itu ulah takdir.
Ah, yang kita bahas itu-itu saja. terlalu sering berdebat dengan Pemberinya.
Maka wajar kita menunduk dalam malu di Masyar yang tak lenggang oleh khalayak.
A contemplation after complaint
